M - House

Principal Architect
Erel Hadimuljono

Architect
Yohanes Richo Wirawan

Location

Surabaya

Area
242 m2

Rumah adalah tipologi arsitektur yang memiliki kedekatan dengan penggunanya, karena intensitas kegiatan yang dilakukan hampir lebih dari 12 jam sehari. Aktifitas atau kegiatan di dalam ruang terakomodasi oleh program pembentuk aktifitasnya. Rumah memiliki spesifik zonasi dari tiap program ruangnya. Zona public, semi public, dan privat, merupakan pengelompokan program ruang yang menggambarkan intensitas kegiatan dalam rumah.

Dalam bentuk yang lebih nyata, zonasi atau pengelompokan program – program ruang didefinisikan dalam bentuk spatial atau ruang dengan volume pembentuk ruangnya. Luasan ruang, ketinggian ruang, object yang memfasilitasi aktifitas, serta relasi nya dengan ruang – ruang di sekitarnya menjadi sebuah definisi persepsi bagi pengguna rumah. Sebuah persepsi dibentuk dalam bahasa volumetric tertentu yang berdampak dengan relasi ruang – ruang di dekatnya. Persepsi yang telah ditetapkan sebagai sebuah definisi volume, bukan tidak mungkin akan berubah ketika volume dari ruang tersebut akan berubah dan meng”occupancy” ruang lainnya. Sebuah order dari metode grid yang dibentuk dalam menentukan denah dan arah aktifitas serta sirkulasi bangunan menjadi batasan yang abstrak. Definisi ruang yang awalnya menjadi ruang privat mampu berkembang menjadi ruang dalam zona public atau semi publik. Kembali lagi konteks fleksibilitas dibawa dalam strategi perancangan yang mampu menghilangkan “order” aktifitas.

Pencapaian kedekatan bangunan dengan pengguna dalam tipologi rumah didapatkan ketika semua bagian rumah menjadi satu tanpa batas “order” untuk setiap sirkulasi nya. Koridor – koridor sirkulasi yang menjadi jembatan relasi ruang yang satu dengan ruang lainnya menjadi sangat fleksibel dan tidak terkait dalam zonasi manapun. Looping sirkulasi terjadi, karena setiap ruang dapat dicapai dalam ruang manapun, semua terikat dalam satu system sirkulasi. Definisi ruang utama menjadi sebuah ru`ang yang penuh spekulasi, dalam menentukan area – area aktifitasnya, karena ruang utama menjadi ruang yang akan menghabiskan hampir 12 jam lebih aktifitas dalam rumah.


Having an urban residence with a space that is not too broad is a challenge to provide the best solutions for the owners. With a land area of 180m2, trimming the cost of 2nd floor wall forwarded into a steep roof as the main façade.

Outside of a solid building at the edge of a roadblock, this house has its own natural lighting engine with voids and skylights at the saddle end of the roof bounce as the light enters the intimate space.

The concept of natural lighting is found when in a narrow alleyway between high house but still looks so bright with a closed high buildings on the side of this house.